
Autofagi merupakan salah satu mekanisme adaptif pada sel yang berperan penting untuk menjaga homeostasis, terutama dalam kondisi stres metabolic dan penyakit. Hal ini berkaitan dengan ranah biologi molekuler yang memiliki konsep yang masih jarang dihubungkan secara utuh dalam praktik klinis sehari-hari. Buku ini disusun untuk menjembatani kesenjangan tersebut,
dengan membahas autofagi tidak hanya berbasis teori, tetapi juga yang dapat diaplikasikan oleh semua lini dengan relevansi klinis.
Dalam praktik klinis, gangguan keseimbangan antara kerusakan dan perbaikan sel dapat ditemukan pada berbagai kondisi neurologis, mulai dari stroke hingga penyakit degeneratif. Autofagi menjadi salah satu mekanisme yang menarik untuk dipahami, tidak hanya dari sisi biologis dan genetik, tetapi juga dalam kaitannya dengan respons tubuh terhadap intervensi seperti puasa dan aktivitas fisik.
Buku ini membahas autofagi dari konsep dasar hingga aplikasinya dalam praktik klinis. Selain menjelaskan mekanisme biologis, buku ini juga mengulas bagaimana pendekatan seperti puasa dan olahraga dapat memengaruhi proses autofagi, dan disertai aspek keamanan serta kontraindikasi pada beberapa kondisi pasien.
Dengan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan neuroscience, metabolisme, serta perspektif geroscience, buku ini juga menelaah keterkaitan antara proses penuaan, fungsi neurologis, dan Kesehatan kardiovaskular, serta Nordic Walking yang memperkaya pembahasan, terutama dalam memahami intervensi yang terukur dan aplikatif dalam praktik klinis.
Ditujukan bagi mahasiswa kedokteran, praktisi kesehatan, peneliti dan masyarakat luas, buku ini diharapkan menjadi rujukan yang tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga membantu pembaca dalam penerapan intervensi berbasis gaya hidup dalam konteks klinis sehari-hari.
Penulis:
dr. Wahyuni Ramadhani Suaib, Sp.N.
dr. Hari Purnomo, Sp.S.(K.)
dr. Cholid Tri Tjahjono, M.Kes.,Sp.J.P., Subsp.P.R.Kv.(K.)
Tahun: 2026
Halaman: xii + 180 hlm
Ukuran: 15,5 x 23 cm