Abdomen Akut adalah keadaan Abdomen di mana harus dilakukan tindakan segera. Kesalahan Diagnosa dan keterlambatan Tindakan dapat berakibat fatal. Cara Berpikir sistimatik, rasional, strategis dan sarana Diagnostik harus dapat menghilangkan istilah “Observasi”. Karena dengan Observasi kita menunggu tanda - tanda Abdomen Akut menjadi positif dan ini menyebabkan kita melakukan tindakan dalam keadaan pasien yang lebih buruk. Nyeri di Abdomen merupakan suatu keadaan yang paling umum yang memerlukan Diagnosis dan Terapi segera. Pada kasus non-trauma maupun trauma, dahulu kita tidak boleh memberikan obat (analgesik)/narkotik untuk menghilangkan penderitaan pasien. Aesculapius (Greco-Roman GOD of Medicine) menghilangkan penderitaan pasien dengan memberikan narkotik. Diktum bahwa...
Manajemen Trauma
Pasien Trauma di Indonesia akan tiba di UGD/RS antara 15 menit sampai 4 jam bahkan dapat lebih lama karena tidak adanya pelayanan Gawat Darurat Pra RS-Ambulans Gawat Darurat 118 (AGD 118). Berbeda dengan Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Eropa lainnya, Australia dan Jepang, Undang-undangnya mengharuskan Ambulans tiba di tempat kejadian (Response Time/Waktu Tanggap) dalam 4-6 menit setelah permintaan tolong diterima, sehingga pasien dengan Henti Nafas dan Henti Jantung masih dapat diselamatkan. Bila gagal dan terjadi kematian Otak/Batang Otak, di Negara Maju masih dapat dilakukan Organ Harvesting untuk Transplantasi Organ. Penulis: Prof. DR. dr. Aryono Djuned Pusponegoro, SpB(K). FCSI....
Panduan How To Keep Patient Alive
Buku-buku mengenai kegawatdarutan di tulis oleh penulis-penulis di negara-negara maju, di mana infrastruktur penanggulangan gawat darurat pra rumah sakit maupun di Unit Gawat Darurat sudah tersusun rapih. Sedangkan, di Indonesia system penangulangan Gawat Darurat belum tersusun rapih. Sarana dan prasarana tidak sama di kota besar sampai ke pedalaman. Sedangkan pemerintah/Kementerian Kesehatan sudah banyak membangun sarana dan prasarana, yang mungkin belum terorganisasi secara optimum dan petugas medis belum terlatih dengan baik sesuai standar dunia. Masyarakat pun belum mengerti mengenai penyakit/masalah yang di derita. Penanggulangan gawat darurat pra-rumah sakit sudah mulai berkembang, tetapi masih dapat dimaksimalkan. Keterlambatan tibanya pasien gawat darurat tiba...
BASIC PRINCIPLES OF SURGERY: Prinsip-prinsip Dasar Bedah
Buku ini di tulis berdasarkan pengalaman masuk menjadi Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah. Menjadi PPDS dan Spesialis Bedah (SpB), bekerja di daerah dengan segala keterbatasan, di pulau kecil sebagai satu-satunya dokter dan kepustakaan terbatas jauh berbeda dengan kondisi sekarang yang mudah di dapat. Pada masa ini, kita dihadapkan pada masalah di mana dahulu sampai sekarang, banyak kamar operasi kurang memenuhi persyaratan. Bagaimana kita dapat berpikir Kreatif, Inovatif dan kalau perlu Improvisasi supaya kita dapat bekerja dengan aman dan aman untuk pasien dengan sarana terbatas. Alm dr Soerarso memasukkan “Local Content” ke dalam BSS dari Royal College of Surgeons...
Dasar-dasar Urologi Edisi Ketiga
Urologi adalah salah satu cabang ilmu kedokteran/ilmu bedah yang mempelajari penyakit/kelainan traktus urinarius lelaki dan perempuan, genitalia lelaki, dan kelenjar suprarenal. Dokter spesialis yang mengkhususkan penanganan kasus urologi adalah dokter spesialis urologi yang mendapat pendidikan dalam mengenal, mendiagnosis, mengobati, dan melakukan penatalaksanaan kasus urologi. Traktus urogenitalia atau genitourinaria terdiri atas organ genitalia (reproduksi) dan urinaria. Keduanya dijadikan satu kelompok sistem urogenitalia, karena mereka saling berdekatan, berasal dari embriologi yang sama, dan menggunakan saluran yang sama sebagai alat pembuangan, misalkan uretra pada pria. Penulis: Basuki B. Purnomo Tahun: 2011Halaman: x + 382 hlmUkuran: 17 x 24 cm
Kriteria Klinis Diagnosis Lesi Pada Mukosa Mulut
Lesi-lesi pada jaringan lunak mulut memiliki kemiripan antara yang satu dengan yang lain. Kemiripan lesi-lesi tersebut dapat menimbulkan kesulitan saat menentukan diagnosisnya. Sementara kita mengetahui bahwa diagnosis yang tepat merupakan dasar untuk tindakan perawatan selanjutnya. Dengan diagnosis yang tepat, rencana perawatan juga dapat dilakukan dengan tepat. Buku ini juga dirancang untuk melakukan kalibrasi bagi para peneliti yang akan terjun ke lapangan dan melakukan penelitian tentang lesi-lesi oral, agar tidak terdapat kekeliruan dalam penentuan diagnosis. Selain itu, disampaikan juga gambaran lesi-lesi lain yang mirip dengan lesi yang ditemukan (diagnosis banding). Penulis: Rahmi Amtha, drg. MDS, SpPMHartono Ruslijanto, drg. (FKG Usakti), SpPMEnny...
Mukosa Mulut
Mukosa rongga mulut merupakan membran mukosa yang melapisi rongga mulut termasuk gingiva, yaitu jaringan lunak rongga mulut yang mudah tersensitisasi baik oleh stimulasi fungsional saat mastikasi dan bicara maupun oleh stimulasi di luar toleransi fisiologis yang berasal dari faktor biologis seperti mikroorganisme maupun a-biologis seperti rangsang mekanis, kimia, termis. Rangsang patologis ini menimbulkan luka atau jejas yang akan diikuti oleh respon penyembuhan. Penyembuhan luka merupakan proses alami dalam bentuk regenerasi sel. Penyembuhan luka merupakan suatu alur dinamik yang secara optimum berakhir dengan restorasi integritas dan fungsi jaringan. Saat terluka, serangkaian proses terjadi pada tempat tersebut untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi....
Membina Perpustakaan Desa
Pembentukan perpustakaan desa sebagai wujud pelayanan kepada pemustaka dan masyarakat. Perpustakaan ini merupakan perangkat layanan informasi public pada pemerintah desa/kelurahan. Keberadaannya di seluruuh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi keharusan berlandaskan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun, kondisinya pada umumnya belum sebagaimana diharapkan. Pembentukan, pemberdayaan dan pembinaan menjadi tanggung jawab bersama dan merupakan mata rantai yang tak pernah putus bagi pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat. Pembinaan perpustakaan desa secara konsisten mencakup seluruh aspeknya, yaitu sumber daya informasi, finansial, ketenagaan, dan fisik serta teknologi. Penulis: Dr. Sutarno NSTahun: 2008Halaman: viii + 184 hlmUkuran: 12,5 x 20 cm
Menulis Yang Efektif
Menulis merupakan salah satu ciri masyarakat ilmiah. Mereka itu adalah yang bergulat dalam dunia pendidikan, penelitian, susastra, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan rekayasa. Penulis yang efektif terbiasa berpikir kritis, analitis, konstruktif, inovatif, dan produktif. Menulis yang efektif mencakup dua aspek. Pertama, berkenaan dengan penulis dalam kaitannya dengan kemampuan, keterampilan, pengalaman, wawasan, penguasaan bahasa, kebiasaan membaca, pemahaman metode penulisan dan penelitian. Kedua, berhubungan dengan isinya, yaitu memberikan nilai manfaat bagi pembacanya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan, wawasan, kesenangan atau hiburan. Tulisan yang efektif terdapat dalam berbagai disiplin ilmu yang digarap dengan cermat, disajikan dalam media yang tepat serta dapat memenuhi kebutuhan...
Perpustakaan dan Masyarakat
Sebuah perpustakaan akan dapat berfungsi sebagaimana mestinya manakala dikelola menurut kaidah yang berlaku. Kaidah itu adalah, pertama menurut teori atau ilmu perpustakaan, dan ilmu-ilmu lain yang berkaitan seperti manajemen, sistem informasi manajemen, dan teknologi informasi. Kedua, menurut praktik yang disesuaikan dengan situasi dan lingkungan setempat, sebab menurut pengalaman dalam banyak hal, segala sesuatu yang dilakukan berdasarkan teori saja, biasanya belum dapat mencapai hasil yang maksimal. Sebaliknya jika hanya diselenggarakan dengan pengalaman praktik tanpa berpedoman kepada ilmu yang bersangkutan, belum juga menjamin dapat berlangsung sebagaimana diharapkan. Selain itu ada faktor-faktor lain yang ikut mempengaruhi atau menentukan keberhasilan sebuah perpustakaan yaitu semangat...