Blog

THE INAPRES: STUDI MULTICENTER PREEKLAMSIA INDONESIA

Preeklampsia masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu serta perinatal di dunia, termasuk di Indonesia. Namun, data epidemiologi nasional yang representatif dan terpublikasi secara internasional masih sangat terbatas, sehingga menghambat penyusunan kebijakan kesehatan ibu berbasis bukti dan membuat Indonesia kurang terwakili dalam kajian global. Untuk menjawab kesenjangan tersebut, Himpunan Kedokteran Fetomaternal Indonesia (HKFM) melaksanakan INAPRES (Indonesia Preeclampsia Study), penelitian multisenter nasional di 30 rumah sakit pada 5 pulau besar, yang mengkaji prevalensi, insidensi, faktor risiko, fenotip klinis, luaran maternal dan perinatal, serta praktik tata laksana preeklampsia dengan data yang representatif secara geografis dan metodologis kuat.

Buku ini menyajikan hasil studi INAPRES dalam delapan bab. Bab 1 memaparkan latar belakang dan epidemiologi preeklampsia, Bab 2 membahas luaran kehamilan dan neonatal, dan Bab 3 mengulas kematian maternal terkait preeklampsia. Bab 4 hingga Bab 7 mengkaji komplikasi berat, yaitu sindrom HELLP, eklampsia, edema paru, dan acute kidney injury (AKI), sedangkan Bab 8 membandingkan INAPRES dengan studi multisenter preeklampsia lain di dunia.

Sebagai studi multisenter preeklampsia terbesar di Indonesia, INAPRES diharapkan menjadi tonggak pengembangan ilmu kedokteran fetomaternal nasional. Buku ini berfungsi sebagai dokumentasi ilmiah sekaligus rujukan praktis bagi klinisi, peneliti, dan pengambil kebijakan dalam menurunkan kematian ibu akibat preeklampsia, sejalan dengan target SDGs, yaitu angka kematian ibu di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030.

Editor:
– Muhammad Ilham Aldika Akbar
– Muhammad Adrianes Bachnas
– Muhammad Alamsyah Aziz
Tahun: 2026
Halaman: xii + 192 hlm
Ukuran: 15,5 x 23 cm

Leave a Comment